Asosiasi Ahli Forensik Indonesia (AAFI) Cabang Padang menjalin sinergi strategis dengan beberapa universitas terkemuka di Sumatera Barat untuk fokus pada pengembangan metode baru dalam Identifikasi Korban Bencana (Disaster Victim Identification - DVI). Mengingat Padang dan wilayah sekitarnya yang rawan gempa dan tsunami, kolaborasi ini diarahkan untuk menciptakan protokol identifikasi yang lebih cepat, efisien, dan andal dalam kondisi bencana yang ekstrem. Kerja sama ini tidak hanya melibatkan fakultas kedokteran (forensik dan odontologi), tetapi juga fakultas teknik dan ilmu komputer untuk integrasi teknologi mutakhir.

Fokus utama kolaborasi ini adalah integrasi penelitian akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan. Universitas menyediakan akses ke fasilitas laboratorium berstandar tinggi dan sumber daya manusia (SDM) berupa mahasiswa dan dosen peneliti. Salah satu proyek yang sedang dikembangkan adalah metode identifikasi berbasis Rapid DNA yang dapat memberikan profil genetik dalam waktu beberapa jam, bukan hari. Selain itu, dikembangkan pula sistem pengarsipan data antemortem (data sebelum kematian) berbasis digital yang terpusat. Sistem ini akan mempermudah pencocokan data medis, gigi, dan sidik jari korban secara masif ketika terjadi situasi darurat bencana.

Sinergi ini juga mencakup aspek pelatihan dan simulasi bencana yang melibatkan seluruh stakeholder terkait, termasuk mahasiswa sebagai calon ahli forensik masa depan. Mahasiswa dan dosen tidak hanya terlibat dalam pengembangan teori, tetapi juga langsung berpartisipasi dalam latihan lapangan bersama tim DVI Kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Keterlibatan ini memastikan bahwa metode identifikasi yang dikembangkan bersifat operasional dan dapat diterapkan secara efektif di bawah tekanan. Tujuannya adalah membangun tim DVI regional yang memiliki standar keahlian tertinggi di Indonesia.

Ketua AAFI Padang menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi forensik adalah kunci untuk mitigasi dan penanganan bencana yang humanis dan berbasis bukti ilmiah. Dengan memanfaatkan potensi penelitian universitas, AAFI Padang berharap dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya mempercepat proses identifikasi dan memulihkan hak-hak korban, tetapi juga menjadi model nasional dalam penanganan DVI. Upaya ini menunjukkan komitmen serius Padang untuk menghadapi tantangan regional dengan ilmu pengetahuan forensik yang terdepan.